t;

Selasa, 26 Maret 2013

askep anak dengan DHF (nursing children with DHF)


ASUHAN KEPERAWATAN ANAK
PADA PASIEN DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE


A.    PENGERTIAN

DHF adalah suatu  infeksi  arbovirus akut yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk spesies aides. Penyakit ini sering menyerang anak, remaja, dan dewasa yang ditandai dengan demam, nyeri otot dan sendi. Demam Berdarah Dengue sering disebut pula Dengue Haemoragic Fever ( DHF ).

SATUAN ACARA PENYULUHAN KANKER SERVIKS((EXTENSION UNIT EVENTS Cervical Cancer)


  1. Pokok bahasan
Kanker Serviks

    II.            Sub pokok bahasan
pengertian kanker serviks, penyebab kanker serviks, tanda dan gejala kanker serviks, deteksi dini kanker serviks, penularan kanker serviks dan pencegahan serta pengobatan kanker serviks.

makalah komunikasi terapeutik(therapeutic communication papers)


BAB 1

A.    Latar belakang
Perawat perlu menyadari bahwa semua tindakan keperawatan dilaksanakan dalam bentuk komunikasi (nonverbal/verbal). Oleh karena itu, perawat mengetahui fungsi komunikasi dan sikap serta keterampilan yang perlu dikembangkan dalam komuikasi dengan klien. Adapun fungsi komunikasi dalam pembuatan asuhan keperawatan menurut Engel dan Morgen (1973, dikutip dalam Cormier, dkk : 2-3) yaitu komunikasi dapat membina hubungan saling percaya dengan klien, komunikasi dapat menetapkan peran dan tanggungjawab antara perawat-klien, selanjutnya komunikasi juga memudahkan kita untuk mendapat data yang tepat dan akurat dari klien. Dari fungsi yang diuraikan, maka asuhan keperawatan tidak dapat dipisahkan dengan komunikasi karena tiap langkah membuat asuhan keperawatan adalah dengan komunikasi

makalah etika keperawatan (nursing ethics papers)


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Keperawatan merupakan salah satu profesi yang mempunyai bidang garap pada kesejahtraan manusia yaitu dengan memberikan bantuan kepada individu yang sehat maupun yang sakit untuk dapat menjalankan fungsi hidup sehari-hariya. Salah satu yang mengatur hubungan antara perawat pasien adalah etika. Istilah etika dan moral sering digunakan secara bergantian.

Etika dan moral merupakan sumber dalam merumuskan standar dan prinsip-prinsip yang menjadi penuntun dalam berprilaku serta membuat keputusan untuk melindungi hak-hak manusia. Etika diperlukan oleh semua profesi termasuk juga keperawatan yang mendasari prinsip-prinsip suatu profesi dan tercermin dalam standar praktek profesional. (Doheny et all, 1982).

Sabtu, 23 Maret 2013

Kondisi Inflamasi Jantung: Pemerikarditis, Miokarditis. Endokarditis



Kondisi Inflamasi Jantung: Pemerikarditis, Miokarditis. Endokarditis
Kondisi berikut adalah masalah yang terjadikarena invasi jaringan jantung oleh bakteri atau virus. Palaing umum ada tipe

1.      Perikarditis: Inflamasi pericardium “iseral dan parietal (akaut atau kronis)
2.      Miokarditis: Inflamasi fokal atau menyebar dari miookardium
3.      Enokarditis: Inflamasi lapisan endoklial jantung.

Jumat, 22 Maret 2013

MAKALAH GERONTIK “PUSAT KEPERAWATAN LANSIA SEHARI-HARI”


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Ketika datang untuk menyediakan kebutuhan dan jumlah yang cukup dari orang tua atau kerabat perawatan lansia butuhkan, kita ingin memiliki yang terbaik untuk mereka. Setelah semua, itu adalah bentuk membayar mereka kembali untuk semua hal baik yang mereka telah lakukan untuk kita selama waktu ketika kita tidak bisa menyediakan kebutuhan kita sendiri.

Kamis, 21 Maret 2013

Sistem Saraf Otonom


SISTEM SARAF OTONOM
 Pada hakikatnya kehidupan manusia berpegang kepada satu prinsip utama, suatu keseimbangan dinamis utama dalam tubuh, yakni homeostasis. Banyak sistem yang mengatur terjadinya homeostasis ini, mulai dari integumen, sistem endokrin, respirasi, sirkulasi, pencernaan, imun, dan lainnya. Perubahan yang senantiasa terjadi dalam tubuh mengisyaratkan perlunya suatu sistem pengaturan yang dinamis, yang

IMPULS REFLEKS FISIOLOGIS PADA MANUSIA


                   IMPULS REFLEKS FISIOLOGIS PADA MANUSIA

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LatarBelakang
Reflek sadalah reespon yang tidak berubah terhadap perangsangan yang terjadi di luar kehendak, atau dengan kata lain refleks adala


bagi teman-teman yang mau power poin
sistem syaraf kordinasi
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJXgi

semoga bermanfaat
^_^

organisasi sistem saraf dan fungsi dasranya

bagi teman-teman yang mau power poin
organisasi sistem saraf dan fungsi dasranya
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJWNY

semoga bermanfaat
^_^

fatalogi pendengaran dan keseimbangana

bagi teman-teman yang mau power poin
fatalogi pendengaran dan keseimbangana
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJVra
semoga bermanfaat
^_^

fisiologi kulit (skin physiology)


bagi teman-teman yang mau power poin
fisiologi kulit
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJUvj

semoga bermanfaat
^_^

anatomi dan fisiologi alat penglihatan (anatomy and physiology of the visual apparatus)

bagi teman-teman yang mau power poin
anatomi dan fisiologi alat penglihatan
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJU0w

semoga bermanfaat
^_^

Sistem Saraf Pusat faal(Central Nervous System physiology)

bagi teman-teman yang mau power poin
Sistem Saraf Pusat faal
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJTOh
semoga bermanfaat
^_^

fisiologi Hidung (Nasal physiology)

bagi teman-teman yang mau power poin
fisiologi Hidung
bisa langsung
klik link di sini
http://adf.ly/LJSee


semoga bermanfaat
^_^

FISIOLOGI REFLEKS (PHYSIOLOGY reflex)

bagi teman-teman yang mau power poin
FISIOLOGI REFLEKS
bisa langsung
klik link di sini

http://adf.ly/LJRz7

semoga bermanfaat
^_^

Anatomi Fisiologi Sistem Saraf(Anatomy Physiology of the Nervous System)

bagi teman-teman yang mau power poin
Anatom iFisiologi Sistem Saraf
bisa langsung
klik link di sini
http://adf.ly/LJQr9


semoga bermanfaat
^_^

Rabu, 20 Maret 2013

DIAGNOSA KEPERAWATAN : KEKURANGAN/KELEBIHAN VOLUME CAIRAN, RISIKO TINGGI TERHADAP (Nursing Diagnosis: LACK / EXCESS VOLUME LIQUID, HIGH RISK OF)


DIAGNOSA KEPERAWATAN :
KEKURANGAN/KELEBIHAN VOLUME CAIRAN, RISIKO TINGGI TERHADAP

Faktor risiko meliputi :
a.       Efek samping toksisitas digitalis pada gastrointestinal, contoh mual/muntah, diare
b.      pengunaan diuretic kontinu dalam menghadapi penurunan masukan.
c.       Kelebihan natrium/retensi cairan.
d.      Penurunan protein plasma/malnutrisi

Carsinoma Prostat


A.      Konsep Dasar
1.       Pengertian
Carsinoma prostat atau kanker prostat adalah pertumbuhan dan pembelahan sel khususnya sel pada jaringan prostat  yang tidak normal/abnormal yang merupakan kelainan  atau suatu keganasan pada saluran perkemihan khususnya prostat pada bagian lobus perifer sehingga timbul nodul-nodul yang dapat diraba

Askep dan LP Maladsorbsi


2.1Konsep Medis
Pengertian

Sindroma Malabsorbsi adalah kelainan-kelainan yang terjadi akibat penyerapan zat gizi yang tidak adekuat dari usus kecil ke dalam aliran darah.
Sindroma Malabsorbsi adalah kumpulan gejala dan tanda-tanda yang diakibatkan oleh absorbsi lemak non adekuat didalam usus halus. (Barbara C. Long, 1985).

LP dan Askep FRAKTUR FEMUR


LAPORAN PENDAHULUAN
FRAKTUR FEMUR


A.    PENGERTIAN
Suatu keadaan  diskontinuitas jaringan structural pada tulang (Sylvia Anderson Price, 1985).
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang-tulang rawan (Purnawan Junaidi, 1982).

Askep Diare


sistem renin angiotensin (RAS)

Sistem renin angiotensin-(RAS) atau sistem renin-angiotensin-aldosteron (Raas) adalah sistem hormon yang mengatur tekanan darah dan air (cairan) keseimbangan.Ketika volume darah rendah, sel-sel juxtaglomerular pada ginjal mengeluarkan renin secara langsung ke dalam sirkulasi. Renin plasma kemudian melakukan konversi angiotensinogen dirilis oleh hati menjadi angiotensin I.

Malaria


MALARIA

Malaria adalah penyakit yang dapat bersipat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus Plasmudium di tandai dengan demam, anemia, dan splenomegali

Senin, 18 Maret 2013

PATOFISIOLOGIE PENYAKIT


1.Konsep keadaan Normal
Untuk mengetahui keadaan sakit seseorang  maka kita  perlu mengetahui dulu hal2 yg normal dari orang tersebut ,untuk mengetahui nya  biasanya kita  menggunakan alat bantu diagnostik agar  dapat  menetapkan suatu analisi bahwa orang tsb sakit atau mengalami kelaianan Nilai2 normal sangatlah bervariasi  tergantung pada : jenis kelamin ,usia,dan lingkungan sekitarnya.

KONSEP PERSALINAN


PENGERTIAN
•    Persalinan adl :
–    Proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri )
–    Dapat hidup di luar uterus
–    Melalui jalan lahir / jalan lain

MANAJEMEN LAKTASI


Definisi
Manajemen laktasi adalah tata laksana yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya
Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan bagian integral dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusia
Tugas utama petugas kesehatan

ADAPTASI MATERNAL PADA PERIODE POSTPARTUM


DEFINISI
a.    Periode postpartum atau masa nifas   adalah masa enam mingu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil
b.      Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir  ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu 

ASKEP PERSALINAN


Pengkajian Kala I
•    Keluhan Utama
•    Riwayat Obstetri: GPA, HPHT, HPL,
•    Pemeriksaan Fisik:
–    Head to toe
–    Palpasi
–    Observasi His dan DJJ
•    Periksa Dalam
•    Partograf 

TEMPAT PELAYANAN KEPERAWATAN LANSIA


INSTITUSI :
a.    panti
b.    hostel
c.    senior vilage
NON INSTITUSI : rumah (keluarga &  masyarakat)
FAKTOR YG DI EVALUASI DALAM MEMILIH PANTI WERDHA UMUM (PWU)
1.    Lokasi;

PERUBAHAN-PERUBAHAN FISIK PADA USIA LANJUT


PERUBAHAN FISIK
SEL
1.    Lebih sedikit jumlahnyal
2.    Lebih besar ukurannya
3.    Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler
4.    Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah dan hati
5.    Jumlah sel otak menurun 

GANGGUAN KELAINAN PERILAKU PADA ANAK


SUMBER :
    BULETIN KESEHATAN KELUARGA EDISI V
    SEMILOKA MENGENAL DAN MEMBIMBING ANAK HIPERAKTIF,UNIKA,SEMARANG.
    SEHAT PANGKAL CERDAS, KOMPAS, RANGKUMAN ARTIKEL.
AUTISMA
    Penderita Autisma hanya tertarik pada aktivitas mental diri sendiri, Melamun , menghayal , menyendiri, menarik diri dari dunia luar.
    Perkembangan terhambat 

KONSEP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


1.PENGERTIAN
PERTUMBUHANà Bertambah jml & besarnya sel di seluruh bagian tubuh y/ scr kuantitatif dpt diukur.
PERKEMBANGANà Bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yg dpt dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar 

LAPORAN PENDAHULUAN HDR(harga diri rendah) dan SAP


I. Kasus ( Masalah Utama )
Gangguan konsep diri; harga diri rendah
II. Proses Terjadinya Masalah
A. Core Problem
1. Definisi
Harga diri adalah penilaian tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. ( Keliat B.A , 1992 )
Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif, dapat secara langsung atau tidak langsung di ekspresikan.

STANDAR KEPERAWATAN GERONTIK


STANDAR PRAKTEK KEPERAWATAN GERONTIK
(ANA 1987, 1961,1967,1976)
1.    Standar I
    organisasi pelayanan keperawatan gerontik;
    terencana, teroorganisasikan, diarahkan oleh ners eksekitif ( s2+ pengalaman bidang adm & pelayanan)

Thalasemia



THALASEMIA


I.       KONSEP DASAR PENYAKIT.
a)      Pengertian.
Thalasemia merupakan suatu penyakit anemia hemolitik, di mana terjadi kerusakan sel darah merah di dalam pembuluh darah, sehingga umur dari eritrosit menjadi pendek ( kurang dari

Laporan Pendahuluan Tetanus


                                       LAPORAN PENDAHULUAN
TETANUS

1.      Pengertian.
Tetanus disebabkan oleh clostridium tetani yang toksinnya menyerang otot rangka, kuman ini tumbuh secara anaerob pada tempat luka. Tanpa imunisasi angka kematian penyakit ini berkisar antara 35 – 70 %, tergantung umur, jenis kelamin, letak geografi, masa inkubasi, dan penatalaksanaan.

KATARAK


KATARAK


A.    Landasan Teoritis Katarak.
  1. Pengertian.
Katarak adalah suatu keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi ( penambahan cairan ) lensa, denaturasi, protein lensa atau akibat keduanya, biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. ( Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3; Hal 62 ).

LP Bronkhopneumonia



LAPORAN PENDAHULUAN
BRONKHOPNEUMONIA

A.    PENGERTIAN
Pneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing. Atau pneumonia adalah suatu peradangan alveoli atau pada perenchim paru yang terjadi pada anak.
Bronkhopneumonia adalah pneumonia yang terjadi pada lobulus paru yang disebut jugaPneumonia Lobularis.

Gagal Jantung Kongenital


GAGAL JANTUNG KONGENITAL PADA
ANAK DAN BAYI

1.      Pengertian.
Gagal jantung adalah keadaan jantung yang memberikan sindrom klinik akibat ketidak mampuan jantung memompakan darah secara adekuat, untuk memenuhi kebutuhan metabolisme badan meskipun alir balik masih baik.

Askep fraktur femur


LAPORAN PENDAHULUAN
FRAKTUR FEMUR


A.    PENGERTIAN
Suatu keadaan  diskontinuitas jaringan structural pada tulang (Sylvia Anderson Price, 1985).
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang-tulang rawan (Purnawan Junaidi, 1982).

Askep sirosis Hepatis


                                ASUHAN KEPERAWATAN
SIROSIS HEPATIS

A.   PENGERTIAN
Sirosis hepatitis adalah suatu penyakit di mana sikrosis mikro, anatomi pembuluh darah dan seluruh struktur hati mengalami perubahan menjadi irregular, dan terbentuknya jaringan ikat ( fibrosis) di sekitar parenkim hati yang mengalami regenerrasi ( ngastiyah, 2005)
Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang dicirikan dengan distorik arsitek yang normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodul-nodul regenerasi itu dapat berukuran kecil (mikronocular  ) dan besar ( makronocular) sirosis dapat mengganggu sirkulasi darah intra hepatic, dan pada kasus yang sangat lanjut, menyebabkan kegagalan fungsi hati yang secara bertahap ( price dan Wilson 2002 )
Sirosis hepatis adalah penyakit yang di tandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati, di ikuti dengan proliferasi jaringan ikat,degenerasi, dan regenerasi sel-sel hati sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati ( Arif Mansjoer ,dkk 2009)

B.   ETIOLOGI
Ada 3 tipe sirosis hepatis :
  • Sirosis portal laennec (alkoholik nutrisional), dimana jaringan parut secara khas mengelilingi daerah portal. Sering disebabkan oleh alkoholis kronis.
  • Sirosis pasca nekrotik, dimana terdapat pita jaringan parut yang lebar sebagai akibat lanjut dari hepatitis virus akut yang terjadi sebelumnya.
  • Sirosis bilier, dimana pembentukan jaringan parut terjadi dalam hati di sekitar saluran empedu. Terjadi akibat obstruksi bilier yang kronis dan infeksi (kolangitis).

Penyebab sirosis hati beragam diantaranya :
  • Virus hepatitis (B,C,dan D)
  • Alkohol
  • Kelainan metabolic
  • Hemakhomatosis (kelebihan beban besi)
  • Penyakit Wilson (kelebihan beban tembaga)
  • Defisiensi alphal antitrypsin
  • Glikogenesis type - IV
  • Galaktosemia
  • Triosenemia
  • Koleostasis
  • Sumbatan saluran vena hepatica
  • Gangguan imunitas ( hepatitis lupord )
  • Toksin dan obat-obatan (missal : metotetrexat,amioclaron, INH, dan Lain-lain)
  • Operasi pintas pada obesitas
  • Kreptogenik
  • Malnutrisi
  • Infraan childhood cirthosis





C.   PATOFISIOLOGI
Infeksi hepititis virus tipe B atau tipe non A dan non B menimbulkan peradagan sel hati. Peradangan ini menyebabkan nekrosis meliputi daerah yang luas (hepatoseluler) terjadi kolap lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati. Walaupun etiologinya berbeda, gambaran histologi sirosis hati sama atau hampir sama. Septa bisa terbentuk dari sel retekulum penyangga yang kolaps dan berubah menjadi parut. Jaringan parut ini dapat menghubungkan daerah porta yang satu dengan yang lainnya atau porta dengan sentral (bridging necrosis).
Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk modul dengan berbagai ukuran dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh darah hepatika dan  gangguan aliran darah porta, dan menimbulkan hepertinsi portal. Hal demikian dapat pula terjadi pada sirosis alkoholik tapi prosesnya lebih lama. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules, sinusoid, retikolo endotel, terjadi fibrogenesis dan septa aktif. Jaringan kolagen berubah dari reversibel menjadi ireversibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah porta dan perenkin hati.

D.   TANDA DAN GEJALA
Gejala terjadi akibat perubahan morfologi dan lebih menggambarkan beratyankerusakkan yang terjadi dari pada etiologinya di dapat tanda dan gejala sebagai berikut (Arif Mansjoer : 2009)
  • Gejala-gejala gastrointestinal yang tidak khas seperti anoreksia,mual,muntah,dan diare.
  • Demam, berat badan turun, cepat lelah
  • Asites, hidrotoraks, dan edema
  • Icterus, kadang-kadang urin menjadi lebih tua warnanya atau kecoklatan
  • Hepatomegaly
  • Kelainan pembuluh darah seperti koleteral-koleteral di dinding abdomen dan toraks.
  • Kelainan endokrin
E.    PENATALAKSANAAN
  • Istirahat di tempat tidur sampai terdapat perbaikan icterus, asites dan demam
  • Menghindari penggunaan alcohol, pada penyakit Wilson diberikan D. penicillin 20 mg/kg BB/hari. Pada hepatitis kronik di berikan kortrkosteroid, untuk asites di berikan diet rendah garam.
  • Mengatasi infeksi dengan antibiotic di usahakan memakai obat-obatan yang jelas tidak hepatotoksik
  • Reboransia vitamin B kompleks, dilarang makan dan minum yang mengandung alcohol
  • Pengendalian cairan asites, di harapkan terjadi penurunan BB 1 kg/hari, hati-hati bila cairan terlalu banyak dalam suatu saat dapat mencetuskan ensefalopati hepatic.
F.    PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
  • Skah / biopsy hati = mendeteksi infiltrate lemak, fibrosis,kerusakan jaringan hati
  • Kolesistograpi / kolangiografi = memperlihatkan penyakit duktus empedu,yang mungkin sebagai factor pridisposisi
  • Esofagoskopi = dapat menunjukan adanya varises esofagor
  • Potograpi = transhepatic perkuteineus, memperlihatkan sirkulasi system vena portal
G.   PEMERIKSAAN LABORATURIUM
  • Kenaikan SGOT, SPT, dan gamma GT akibat kebocoran dari sel-sel rusak
  • Kadar albumin (CHE) yang menurun kalau terjadi sel hati
  • Pemeriksaan marker. Serologi pertanda virus untuk menentukan penyebab sirosis hepatis seperti HbSAg,HBeAg,HBV DNA, HCV RNA, dan sebagainya.


H.   PROGNOSIS
Petunjuk suatu prognosis tidak baik dari pasien sirosis hepatis :
  • Ikteries yang menetap / bilirubin darah > 1,5 mg%
  • Asites yang memerlukan diuretic dosis besar
  • Kadar Albumin rendah (< 2,59 %)
  • Kesadaran menurun ( ensefalopati hepatic spontan factor pencetus bagai hak tanpa factor pencetus luar mempunyai prognosis telah jelek dari pada yang jelas factor pencetusnya.
  • Hati mengecil
  • Perdarah akibat pecahnya varises esofagos
  • Komplikasi heorologis bukan akibat kolatelarisasi ekstentif
  • Kadar protobrin rendah
  • Kadar natrium darah yang rendah ( < 120nmg/L), tekanan sistoltik surang dari 100 mmHg
  • CHE rendah
I.       KOMPLIKASI
  • Pendarahan gastrointestinal
  • Hipertensi portal menimbulkan varises oesofagos, dimana suatu saat akan pecah sehingga timbul pendarahan
  • Koma hepatikum
  • Ulkus hepatikum
  • Karsinoma hepatoselulir
  • Kemungkinan timbul karena adanya hiferflasia noduler yang akan berubah menjadi edenomata multiple dan akhirnya akan menjadi karsinoma yang multiple
  • Infeksi misalnya:
  • Peritonitis
  • Pnemonira
  • Bronchopneumonia
  • TBC
  • Paru
  • Glumerolumerolunephiritis, pielonheparitis, sistits, peritonitis, endocarditis
  • Srrplas, septikema
  • Penyebab kematian

J.      DATA DASAR PENGKAJIAN PASEIN:
  • Aktivitas / istirahat.
Gejala : kelemahan, kelelahan, terlalu lelah.
Tanda : letargi, penurunan massa otot/tonus.
  • Sirkulasi
Gejala : riwayat gagal jantung kronis, perikarditis, penyakit jantung rematik, kanker ( malfungsi hati menimbulkan gagal hati ).
  • Eliminasi.
Gejala : flatus.
Tanda : distensi abdomen ( hepatomegali, slenomegali, asites), penurunan atau tidak adanya bising usus, feces warna tanah liat, melena, urine gelap, pekat.
  • Makanan / cairan.
Gejala : anoreksia, tidak toleren terhadap makanan / tidak dapat mencerna, mual / muntah.
Tanda : Penurunan BB / peningkatan ( cairan ), penggunaan jaringan, odem omun pada jaringan, kulit kering, turgor buruk, ikterik : angioma spider, nafas berbau / fetor hepatikus, perdarahan gusi.
  • Neurosensori.
Gejala : orang terdekat dapat melaporkan perubahan kepribadian, penurunan mental.
Tanda : Perubahan mental, bingung halusinasi, koma, bicara lambat / tak jelas, asterik ( ensefalofati hepatik ).
  • Nyeri / kenyamanan.
Gejala : Nyeri tekan abdomen / nyeri quadrant kanan atas, pruritus, neuritis perifer.
Tanda : Perilaku berhati-hati / distraksi, fokus pada diri sendiri.
  • Pernafasan.
Gejala : Dispnea.
Tanda : takipnea, pernafasan dangkal, bunyi nafas tambahan, ekspansi paru terbatas ( asites ), hipoksia.
  • Keamanan.
Gejala : Pruritus.
Tanda : Demam ( lebih umum pada sirpis alkoholik ), ikterik, ekimosis, petekis, angioma sp[inder / teleangiektasi, eritema palmal.
  • Seksualitas.
Gejala : ganguan mentruasi, impoten.
Tanda : Atropi testis, ginekomastia, kehilangan rambut ( dada, bawah lengan, pubis ).




K.   DIAGNOSA KEPERAWATAN
  • Hipertermi b.d Proses inflamasi
Tujuan : hipertermi dapat teratasi dalam waktu < 6 jam setelah dilakukan perawatan
Kriteria hasil : suhu tubuh dalam batas normal (36-37 ‘C)
Intervensi :
1)      Catat suhu tubuh secara teratur
Rasional : memberikan dasar untuk deteksi hati dan evaluasi
2)      Berikan kompres hangat
Rasional : meningkatkan tingkat kenyamanan dan menurunkan panas melalui proses konduksi serta evaporasi
3)      Motivasi asupan cairan
Rasional : memperbaiki kehilangan cairan akibat perspirasi serta febris
4)      Berikan antibiotic seperti yang diresepkan
Rasional : meningkatkan konsentrasi antibiotic serum yang tepat untuk mengatasi infeksi
5)      Hindari kontak dengan infeksi
Rasional : meminimalkan resiko peningkatan infeksi, suhu tubuh serta laju metabolic
  • Kelebihan volume cairan b.d mekanisme regulasi
Tujuan : Kelebihan volume cairan dapat teratas dalam jangka waktu  1-2 hari perawatan
Kriteria hasil : - volume cairan tubuh stabil
-    Tidak ada edema atau asites


Intervensi  :
1)      Batas asupan natrium dan cairan
Rasional : meminimalkan pembentukan dan asites
2)      Berikan diuuretik, suplemen kalium dan protein
Rasional : meningkatkan eksresi cairan lewat ginjal dan mempertahankan keseimbangan cairan
3)      Catat asupan dan kekurangan cairan
Rasionalnya : menilai efektivitas terapi dan kecukupan asupan cairan
4)      Ukur dan catat  lingkar perut setiap hari
Rasionalnya : memanntau adanya asites atas penumpukan cairan
5)      Jelaskan rasional pembatasan natrium dan cairan
Rasionalnya : meningkatkan pemahaman pasien dalam melakukan pembatasan cairan
  • Nyeri b.d distensi abdomen
Tujuan : nyeri dapat teratasi atau terkontrol < 24 jam setelah di lakukan tindakan keperawatan
Kriteria hasil : - nyeri hilang atau terkontrol (skala 6)
-    Klien merasa peningkatan kenyamanan
  • Intervensi :
1)      Kaji status nyeri
Rasional : perubahan dalam lokasi atau intensitas tidak umum tetapi dapat menunjukkan terjadinya komplikasi
2)      Berikan posisi yang nyaman
Rasional : membantu meminimalkan nyeri karena gerakan

3)      Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi
Rasional : mengurangi ketergantungan terhadap analgesic dalam mengurangi nyeri
4)      Berikan analgesic yang di resepkan
Rasional : menghilangkan rasanyeri dan meningkatkan penyembuhan
  • Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d antreksia dan gangguan gastrointestinal
Tujuan : kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dalam waktu 1-3 shift dinas perawatan
Kriteria hasil : - peningkatan berat badan
-    Statis nutrisi baik
Intervensi :
1)      Motivasi pasien untuk makan makanan dan suplemen makanan
Rasional : motivasi sangat penting bagi penderita ansreksia
2)      Anjurkan sedikit makan tetapi sering
Rasional : makan dengan porsi kecil dan sering lebih ditolelir oleh penderita anereksia
3)      Hidangkan makanan yang menimbulkan selera dan menarik dalam penyajian
Rasional : meningkatkan selera makan dan sehat
4)      Pelihara hygiene oral sebelum makan
Rasional : mengurangi citra rasa yang tidak enak dan merangsang nafsu makan
5)      Kalaborasi
Rasional : sangat bermanfaat dalam pemberian diet

BAB IV
PENUTUP

  1. Simpulan

Saluran pencernaan adalah bagian tubuh yang sering mendapat keluhan saat mengonsumsi makanan. Saluran cerna ini berfungsi untuk menyerap nutrisi dalam makanan dan mengeluarkan bagian makanan yang tak diserap dari tubuh. Saat saluran cerna tidak bekerja dengan optimal, maka akan terjadi gangguan pada system pencernaan.
Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang dicirikan dengan distorik arsitek yang normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodul-nodul regenerasi itu dapat berukuran kecil (mikronocular  ) dan besar ( makronocular) sirosis dapat mengganggu sirkulasi darah intra hepatic, dan pada kasus yang sangat lanjut, menyebabkan kegagalan fungsi hati yang secara bertahap ( price dan Wilson 2002 )

  1. Saran
·         Dengan mengetahui gejala-gejala awal sirosis hepatis kita dapat mengantisipasi dari awal jka terjadi tanda-tanda gangguan system pencernaan  pada pasien ataupun orang terdekat kita.

·         Dengan mengetahui penyebab-penyebab sirosis hepatis maka kita dapat mencegah lebih awal sebelum terjadinya penyakit yang lebihparah.







`DAFTAR PUSTAKA

Aru Sudoyo. Ilmu Penyakit Dalam Jilid I edisi IV.Pustaka Penerbitan IPD FKUI.Jakarta.Juli2006
RodneyRhoacles,GeorgeTanner.MedicalPshyology.LippieontWillinms&Wilkins2003
David,C.WolffMD.Cirrhosis.Http://WWW.Emedicine.com/med/topic3183.html.2007
JeffreyAGunter,MDCirhosis.Http://WWW.emedrcinehealt.com/cirrhosis/article_em.html2005
Mansjoer,Arif,dkk.2009.KapitaSelektaKedokteran.jilid1 edisi III.FKUI.Jakarta
Priharjo,Robert.2007.Pengkajian Fisik Keperawatan.edisi II.EGC.jakarta
Syaifuddin.2012.Anatomi Fisiologi.Edisi IV.EGC.jakarta