Dafter isi

t;

Kamis, 06 Juni 2013

KONTRASEPSI

I. PENGERTIAN 
Kontrasepsi  berasal  dari  kata  “kontra”  berarti  mencegah  atau  melawan. Sedangkan  “konsepsi”  adalah  pertemuan  antara  sel  sperma  (sel  pria)  yang  mengakibatkan  kehamilan.
Kontrasepsi  adalah  menghindari  atau  mencegah  terjadinya  kehamilan  sebagai  pertemuan  antara  sel  telur  yang  matang  dengan  sel  sperma  tersebut.Sedangkan Akseptor merupakan orang yang sedang  menggunakan  suatu  alat  kontrasepsi  atau  dengan  kata  lain  pengguna  KB.

II. CARA KERJA
Cara  kerja  dari  kontrasepsi  bermacam-macam  tetapi  pada  umumnya :
1)      Mengusahakan  agar  tidak  terjadi  ovulasi.
2)      Melumpuhkan  sperma.
3)      Menghalangi  pertemuan  sel  telur  dan  sperma.
III.  JENIS-JENIS KONTRASEPSI
A. Kontrasepsi Hormonal
Kontrasepsi hormonal adalah alat untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan suatu hormon-hormon yang bisa menghambat kehamilan. dapat dibagi menjadi metode kontrasepsi kombinasi dan metode berisi hanya progesteron.
Kontrasepsi Hormon Kombinasi
Kontrasepsi hormon kombinasi dapat diberikan secara oral (pil KB kombinasi), transdermal (kontrasepsi patch), suntik sistemik (gabungan injeksi) dan melalui rute vagina (kombinasi cincin contraceptivevaginal). Bentuk lain berisi progestin saja atau kombinasi estrogen dan progestin. Kontrasepsi hormonal pria telah dievaluasi dalam uji coba manusia dan dapat menjadi pilihan di masa depan.
a.Pil
Kontrasepsi oral kombinasi adalah metode kontrasepsi hormonal yang paling sering digunakan. Seiring waktu, penggunaan dosis pil oral kombinasi estrogen dan progestin telah sangat berkurang untuk meminimalkan efek samping hormon tersebut, seperti adanya resiko kardiovaskuler bila diberikan pada dosis yang tinggi. Saat ini, dosis terendah merupakan dosis yang dapat mencegah kehamilan dan pendarahan flek. Meskipun isi estrogen harian bervariasi antara 20-50 µg dari estradiol ethinyl, sebagian besar mengandung 35 µg atau kurang. Komponen progestin dari pil oral kombinasi bervariasi dan mungkin termasuk ke dalam generasi pertama progestin (estranes) seperti norethindrone, asetat norethindrone, diacetate ethynodiol, dan norethynodrel, progestin generasi kedua, (gonanes), termasuk levonorgestrel dan norgestrel; atau generasi ketiga progestin seperti desogestrel, norgestimate, dan gestodene.
Mekanisme Pil Oral Kombinasi
Pil oral kombinasi memiliki beberapa aksi, tetapi pengaruh yang paling penting adalah untuk mencegah ovulasi dengan menekan hypothalamic gonadotropin-releasing factors. Hal ini mencegah sekresi pituitari dari follicle-stimulating hormone(FSH) dan luteinizing hormone (LH). Progestin mencegah ovulasi dengan menekan LH dan juga membuat lendir cervix menebal, sehingga memperlambat perjalanan sperma. Selain itu, obat ini juga membuat endometrium kurang baik untuk implantasi. Estrogen mencegah ovulasi dengan menekan pelepasan FSH. Hal ini juga menstabilkan endometrium, yang mencegah pendarahan intermenstrual-juga dikenal sebagai pendarahan terobosan (breakthrough/flek). (3),(9)
Efeknya sangat efektif menekan ovulasi, inhibisi migrasi sperma melalui lendir serviks, dan menciptakan endometrium yang kurang baik untuk implantasi. Dengan demikian, obat ini hampir mutlak memberikan perlindungan terhadap konsepsi.
Cara pemakaian pil kombinasi
Ada pil kombinasi yang dalam satu bungkus berisi 21 (atau 22) pil dan ada yang berisi 28 pil. Pil yang berjumlah 21-22 diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari satu pil terus menerus, dan kemudian berhenti jika isi bungkus habis; sebaiknya pil diminum pada waktu tertentu atau sama setiap harinya, misalnya malam sebelum tidur. Beberapa hari setelah minum pil dihentikan, biasanya terjadi withdrawal bleeding dan pil dalam bungkus kedua dimulai hari ke-5 dari permulaan perdarahan. Apabila tidak terjadiwithdrawal bleeding, maka pil dalam bungkus kedua mulai diminum 7 hari setelah pil dalam bungkus pertama habis. Pil dalam bungkus 28 pil diminum tiap malam terus-menerus. Pada hari pertama haid pil yang inaktif mulai diminum, dan dipilih pil menurut hari yang ditentukan dalam bungkus. Keuntungan minum pil berjumlah 28 biji ialah bahwa karena pil ini diminum tiap hari terus-menerus, tidak mudah dilupakan. Jika lupa meminumnya, pil tersebut hendaknya diminum keesokan paginya, sedang pil untuk hari tersebut diminum pada waktu yang biasa. Jika lupa minum pil dua hari berturut-turut, dapat diminum 2 pil keesokan harinya dan 2 pil lusanya. Selanjutnya, dalam hal demikian, dipergunakan cara kontrasepsi yang lain selama sisa hari dari siklus yang bersangkutan. Demikian pula hendaknya jika mulai minum pil, digunakan cara kontrasepsi lain selama sedikit-sedikitnya 2 minggu. Petunjuk umum untuk hal ini ialah: anggaplah bungkus pertama belum aman.
b.Transdermal
Ortho Evra patch (Ortho-McNeil Pharmaceutical, Raritan, NJ) memiliki lapisan dalam yang mengandung perekat dan matriks hormon, dan lapisan luar yang kedap air. Akibatnya, perempuan bisa mengenakan patch pada saat di bak mandi, kolam renang, dan sauna tanpa menurunkan kemanjurannya. Patch dapat ditempelkan pada pantat, lengan atas bagian luar, perut bagian bawah, atau tubuh bagian atas, tetapi hindari penggunaan pada payudara (Seperti tampak pada gambar 2.4 ). Karena hormon digabungkan dengan perekat, kerekatan kulit yang berkurang akan menurunkan penyerapan dan kemanjuran hormon. Oleh karena itu, jika daya lekat patch sudah jelek yaitu seperti diperlukannya penguatan dengan menggunakan selotip, maka patch harus diganti.
Penggunaan patch awal adalah sama caranya seperti pada pil oral kombinasi, dan patch yang berisi hormo ditempelkan selama 3 minggu, dengan mengganti patch 1 minggu 1 kali, diikuti oleh 1 minggu patch tanpa isi untuk memungkinkan terjadinya withdrawal penarikan. Meskipun patchsangat ideal dipakai tidak lebih dari 7 hari, kadar hormon tetap berada dalam rentang yang efektif sampai 9 hari, dan ini memberikan masa selang kosong selama 2 hari, ada juga yang mengatakan untuk 10 hari, untuk keterlambatan perubahan patch
Dalam penelitian nonrandomisasi besar terdapat empat dari enam kehamilan yang terjadi pada perempuan dengan berat badan lebih dari 90 kg, ini menunjukkan menurunnya angka keberhasilan pada perempuan yang memiliki berat badan besar. Setelah penggunaan selama beberapa siklus haid pertama, pola perdarahan dan efek samping yang terjadi ialah hampir sama dengan akseptor yang menggunakan pil oral kombinasi.

c.Transvaginal
NuvaRing (Organon USA, Roseland, NJ) adalah sebuah kontrasepsi hormonal intravaginal berbentuk cincin yang fleksibel. Terdiri dari ethinyl vinil asetat, cincin berukuran 54 mm dan tebal 4 mm utamanya berisi ethinyl estradiol dan progestin, etonogestrel. Zat ini dilepaskan dengan jumlah sekitar 15 g dan 120 g per hari, masing-masing dan diserap pada epitel vagina. Meskipun hasil pelepasan ini dalam kadar hormon sistemik lebih rendah daripada dosis rendah pil kontrasepsi oral dan formulasi kontrasepsi patch, namun inhibisi ovulasi tetap terjadi secara lengkap
Cincin ini dipakai selama 3 minggu per bulan, meskipun reservoir cincin cukup mengandung kontrasepsi steroid untuk sekitar 14 hari lebih. Meskipun cincin tersebut dirancang untuk harus disimpan intravaginal bahkan selama berhubungan., namun cincin tersebut dapat mempertahankan kemanjurannya bahkan jika cincin tersebut dilepaskan sampai waktu 3 jam. Pengguna diminta untuk memasukkan cincin tinggi-tinggi ke vagina; pemasangan ini tidak memerlukan tenaga kesehatan. Tingkat kehamilan keseluruhan lebih dari 1 tahun penggunaan ialah 0,65 kehamilan per 100 wanita per tahun
Cincin ini mempunyai kelebihan dapat dengan mudah dimasukkan, diperiksa, dilepaskan, dan diganti oleh pengguna. Keuntungan lain dari cincin ini adalah sebagai berikut:
-Penggunaannya dapat dilepaskan saat koitus
- Ini memberikan jumlah pelepasan obat yang konstan, sehingga tingkat plasma lebih stabil dari dosis minimum yang diperlukan untuk kontrasepsi
- Efek samping metabolik dikurangi dengan menghindari first-pass effect di hati
- Pada kasus kehamilan yang disengaja atau jika proteksi tidak lagi diperlukan, kadar dalam plasma dengan cepat jatuh ke nol.(9)

d. Suntik
Kontrasepsi suntik diberikan sekali per bulan mengandung Medroxyprogesterone asetat 25 mg dan 5 mg estradiol cypionate. Suntikan diberikan secara intramuskular setiap 28 hari. Pola pendarahan dan kemanjuran sebanding dengan penggunaan pil oral kombinasi. Pendarahan episodik dapat diantisipasi 18-22 hari setelah penyuntikan dan yang disebabkan oleh penurunan konsentrasi estrogen sebanyak 50 pg / ml atau kurang. Sekitar 70% perempuan mengalami pendarahan satu episode per bulan, dengan hanya 4% yang mengalami amenorea lebih dari tiga siklus pengobatan. 

Efek Samping
Efek Samping Minor
Gabungan kontrasepsi hormonal mempengaruhi hampir setiap sistem dalam tubuh. Kontrasepsi steroid dimetabolisme oleh hati dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lipid, plasma protein, asam amino, vitamin dan faktor pembekuan.
Banyak efek samping yang dilaporkan, khususnya sakit kepala, penambahan berat badan dan kehilangan libido, adalah umum di kalangan wanita tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Mereka mungkin berkaitan langsung dengan kontrasepsi steroid termasuk retensi cairan, mual dan muntah, chloasma, mastalgia dan pembesaran payudara. Semua kecuali chloasma (yang semakin buruk dengan bertambahnya waktu) meningkat dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Dosis estrogen yang berbeda atau jenis progestogen atau cara pemberian yang berbeda dapat membantu jika waktu saja tidak dapat memecahkan masalah. Untuk wanita penggunan pil dengan keluhan mual yang persisten, menjadi indikasi pemberian patch. Efek samping (nyata atau dirasakan) sering mengakibatkan penghentian penggunaan; 73% wanita Inggris pada semua umur mengeluhkan terjadinya penambahan berat badan sebagai suatu kelemahan dari penggunaan pil.
Efek Samping Serius
Penyakit Kardiovaskuler
Telah lama diketahui bahwa risiko terjadinya emboli deep-venous thrombosisandpulmonary meningkat pada wanita yang menggunakan pil oral kombinasi. Ini berhubungan dengan dosis estrogen, dan jumlahnya secara substansial telah diturunkan dengan formulasi yang mengandung dosis rendah estradiol ethinyl yaitu 20-35 µg.  Bahkan dengan risiko yang meningkat, kejadian dengan menggunakan pil oral kombinasi hanya 3-4 per 10.000 perempuan per tahun. Selain itu, risikonya lebih rendah dari taksiran kehamilan 5-6 per 10.000 wanita per tahun. Risiko terjadinya tromboemboli berkurang dengan cepat ketika pil oral kombinasi dihentikan.
Mereka yang paling berisiko untuk terjadinya trombosis vena dan emboli ialah wanita dengan defisiensi protein C atau S. Faktor klinis lain yang meningkatkan risiko trombosis vena dan emboli dengan menggunakan pil oral kombinasi adalah hipertensi, obesitas, diabetes, merokok, dan gaya hidup kurang gerak. Penggunaan kontrasepsi selama sebulan sebelum dilakukannya operasi besar meningkatkan dua kali lipat risiko tromboemboli pasca operasi . menyeimbangkan risiko tromboemboli dengan wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan selama 4 sampai 6 minggu diperlukan untuk membalikkan efek trombogenik dari pil oral kombinasi sebelum operasi.
Menurut World Health Organization Collaborative Study, peningkatan stroke iskemik dan hemoragik pada wanita perokok yang lebih muda dari 35 tahun adalah sekitar 10 dan 25 peristiwa per 1 juta wanita per tahun, masing-masing. Beberapa studi telah menyimpulkan bahwa penggunaan pil oral kombinasi pada wanita yang sehat sehat, wanita tidak merokok tidak berhubungan dengan peningkatan risiko stroke . Sebaliknya, wanita yang memiliki hipertensi, merokok, atau sakit kepala migrain dengan aura visual dan menggunakan kontrasepsi oral memiliki peningkatan risiko stroke. Karena risiko stroke adalah mutlak rendah, tetapi American College of Obstetricians and Gynecologists telah menyimpulkan bahwa pil oral kombinasi dapat dipertimbangkan untuk wanita dengan migren yang tidak memiliki tanda-tanda neurologis fokal jika mereka dinyatakan sehat, wanita muda bukan perokok dengan tekanan darah normal kurang dari 35 tahun. Pada meta-analisis baru-baru ini dari 17 penelitian observasional migrain dengan kualitas yang baik dihubungkan dengan resiko yang relatif dari stroke ialah 2,16 (CI 95%: 1,89-2,48) dan pengguna kontrasepsi oral mengalami peningkatan delapan kali lipat dalam risiko stroke bila dibandingkan dengan bukan pengguna. Banyak orang salah mengartikan sakit kepala mereka sebagai migrain dan oleh karena itu adalah penting untuk mencari tahu riwayat pasien sebelum menolak untuk menuliskan resep pil oral kombinasi bagi wanita dengan riwayat “migrain”.
Penggunaan pil oral kombinasi meningkatkan resiko dari stroke iskemik yang berlipat ganda, namun terjadinya risiko stroke perdarahan tetap tidak berubah. Merokok dan hipertensi meningkatkan risiko stroke tiga sampai sepuluh kali. Namun, stroke juga jarang terjadi pada wanita usia reproduksi.
Neoplasia Ganas
Pil oral kombinasi dapat mengurangi risiko beberapa kanker dan dapat juga meningkatkan risiko beberapa kanker lainnya pula. Sebagian besar data yang didapat berhubungan dengan penggunaan pil oral kombinasi dengan dosis tinggi estrogen dan progestin yang tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa sediaan dosis yang lebih rendah juga cenderung memiliki efek yang sama pada risiko kanker.
Kanker Payudara
Analisis dari 54 studi menemukan terjadinya peningkatan risiko kanker payudara yang kecil (resiko relatif = 1,24). Risiko kelebihan tersebut terjadi pada wanita dengan penyakit lokal, dan terdapat penurunan nilai pada penyakit metastatik.
Pengamatan bahwa durasi penggunaan pil oral kombinasi tidak meningkatkan risiko kanker payudara menyangkal berpendapat sebelumnya. Risiko kanker payudara menghilang setelah 10 tahun penghentian penggunaan pil. Dengan demikian, wanita yang menggunakan pil dari usia 15 sampai usia 35 tahun memiliki risiko kanker payudara yang sama pada usia 50 sebagai wanita sebanding dengan wanita yang tidak pernah menggunakan pil oral kombinasi. Karena insiden kanker payudara masih rendah pada usia saat menggunakan pil oral kombinasi adalah hal yang umum, sehingga efek yang kecil akan mempengaruhi jumlah wanita yang relatif kecil. Misalnya, di antara wanita yang berhenti menggunakan pil oral kombinasi pada usia 25 tahun, risiko kumulatif dari usia 25 sampai 34 tahun diperkirakan didiagnosis kanker yaitu 1 per 10.000 wanita. Pada wanita yang menghentikan penggunaan pil oral kombinasi pada usia 40, ketika tingkat insidensi lebih tinggi, diperkirakan akan terjadi 19 kasus kanker yang didiagnosis pada usia 40 sampai 49 tahun.
Kanker Serviks
Data risiko kanker serviks pada pengguna pil juga sulit diinterpretasikan karena metode penghalang memberikan perlindungan dan setiap hubungan yang diidentifikasi dalam studi epidemiologi berhubungan juga dengan hasil penyesuaian perilaku seksual yang buruk. 10 studi kasus meta-analisis baru-baru ini, wanita infeksi yang persisten dari infeksi virus papiloma manusia (HPV) yang menggunakan kontrasepsi hormonal (terutama kombinasi) lebih dari 5 tahun memiliki risiko relatif kanker serviks yang meningkat dari 2.8. Penggunaan kontrasepsi hormonal selama lebih dari 10 tahun meningkatkan risiko relatif sampai 4.0. Jadi, meskipun adanya kekhawatiran bahwa perilaku seksual yang buruk di kalangan wanita yang menggunakan metode kontrasepsi berbeda mungkin menjadi pengganggu, bukti yang terjadi dijumlahkan dan didapatkan adanya asosiasi yang berarti antara penggunaan pil oral kontrasepsi dengan kanker serviks.
Bukti saat ini menunjukkan peningkatan risiko adenokarsinoma antara pengguna jangka panjang tetapi ini adalah tumor yang langka.
Kanker Ovarium, Endometrium Dan Colon
Terdapat bukti yang substansial menggunakan pil oral kombinasi dapat melindungi terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium. Terdapat juga pengurangan 50% risiko kanker ovarium epitelial setelah 5 tahun penggunaan pil oral kombinasi. Efek perlindungan berlangsung selama setidaknya 10 tahun setelah penggunaan pil dihentikan. Efeknya mungkin berhubungan dengan pengurangan jumlah ovulasi, dan oleh karena itu terdapat kasus ruptur kapsul ovarium. Penggunaan pil oral kombinasi juga mengurangi risiko kanker endometrium. Efeknya sangat berhubungan dengan lamanya penggunaan (pengurangan resiko 20% setelah 1 tahun, 50% setelah 4 tahun) dan tetap berlanjut selama 15 tahun setelah berhenti minum pil KB. Terdapat juga beberapa bukti yang menyatakan bahwa pil oral kombinasi mungkin juga memberi perlindungan terhadap kanker colon.
Infeksi
Ada data yang bertentangan mengenai peran pil oral kombinasi dengan kandidiasis vulvovaginal yang episodik, walaupun laporannya menyatakan jumlahnya lebih rendah dari vaginosis bakteri. Sebagian besar tetapi tidak semua studi menunjukkan peningkatan laju infeksi Chlamydia trachomatis pada pengguna pil oral kombinasi, tetapi tidak dengan Neisseria gonorrhoeae. pil oral kombinasi tidak menurunkan kejadian penyakit radang panggul (PID) tetapi memodifikasi keparahan klinis. Beberapa tetapi tidak semua studi menunjukkan bahwa pil oral kombinasi meningkatkan kerentanan terhadap infeksi virus human immunodeficiency (HIV) dan perjalanan penyakitnya
Hormon Progesteron Tunggal
Kontrasepsi progestogen tunggal menghindari efek samping dari estrogen. Ini tersedia dalam berbagai macam cara pemberian termasuk oral, injeksi, implan dan sistem intrauterine (IUD). Implan dan IUD dapat digunakan selama 3 dan 5 tahun, masing-masing. Kontrasepsi progestogen tunggal lebih jarang digunakan daripada kontrasepsi hormonal kombinasi dan terdapat data yang lebih sedikit, terutama pada risiko yang terjadi dihubungkan dengan penggunaan jangka panjang.
a. Mini Pil
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa jumlah harian yang kecil dari pil berisi progestin saja, biasanya norethindrone atau levonorgestrel, memberikan perlindungan yang cukup baik terhadap kehamilan tanpa menekan ovulasi. Metode ini memiliki beberapa keunggulan: efek samping yang timbul dari komponen estrogen oral kontrasepsi konvensional dieliminasi karena tidak diberikan estrogen, dan tidak ada urutan khusus mengambil pil, karena minipil diambil setiap hari. Meskipun mekanisme kerja pil progestin saja belum diketahui secara pasti, namun telah disimpulkan bahwa kontrasepsi ini dapat membuat lendir serviks menjadi kurang permeabel terhadap sperma dan bahwa aktivitas endometrium keluar dari fase normalnya sehingga nidasi dapat digagalkan bahkan jika pembuahan sudah terjadi. Dalam uji klinis, kontrasepsi oral hanya berisi progestin menghasilkan angka kehamilan sekitar 2-7 kehamilan per 100 wanita pertahun. Tidak seperti kontrasepsi oral kombinasi, yang memungkinkan suatu keleluasaan pasien bila lupa dansebagainya meminum obat, obat minipill progestin harus diminum setiap hari. Bahkan penundaan 2-3 jam mengurangi efektivitas kontrasepsi untuk 48 jam ke depan. Mini pil mempunyai efek samping, terutama perdarahan tidak teratur. Kontrasepsi hanya progestin sangat ideal bagi perempuan bagi wanita dengan kontraindikasi menggunakan estrogen. Kandidat ideal termasuk wanita tua yang merokok; wanita dengan sickle cell anemia, keterbelakangan mental, migrain, hipertensi, atau sistemik lupus erythematosus (SLE); atau wanita yang sedang menyusui.
b. Implant
Pada tahun 2006, FDA menyetujui penggunaan implan progestin batang tunggal dengan panjang 4 cm dan melepaskan etonogestrel pada tingkat dari 68 mcg per hari. Metode ini menyediakan 3 tahun keefektifan kontrasepsi. Implan enam-batang atauSistem Norplant (Wyeth-Ayerst) berisi levonorgestrel dalam enam batang silastic yang tertanam subkutan. Meskipun efektifitas, keamanan, dan kepuasan pasien dengan kontrasepsi ini, penggunaannya berkurang secara dramatis di Amerika Serikat, sehingga dihapus dari pasar di tahun 2002. Pada sistem yang baru, batang tunggal dimasukkan ke dalam subkutan pada lengan atas bagian dalam wanita menggunakan anestesi lokal. Insisi yang sangat minimal dengan penyisipan dan batang tunggal yang dirancang untuk memfasilitasi penempatan dan pemindahan. Implan progestin mencegah kehamilan dengan menekan ovulasi. Meskipun terjadi penghambatan ovulasi, ada supresi yang tidak lengkap dari fungsi ovarium dan wanita tersebut tidak menjadi hipoestrogenik. mekanisme tambahan seperti penebalan lendir serviks dengan penghambatan penetrasi sperma dan atrofi endometrium. Metode ini sangat efektif, jangka panjang, dan tidak tergantung pada penggunanya. Tidak ada kehamilan terjadi pada 70.000 siklus pertama yang diteliti. Kebanyakan wanita dapat dengan aman menggunakan implan etonogestrel. Namun, perempuan dengan kanker payudara saat ini tidak boleh menggunakannya. Kondisi lain perempuan pada umumnya yang tidak boleh menggunakan implan etonogestrel sama dengan pengguna implan levonorgestrel. Sebagian besar pengguna implan mengalami perubahan dalam pola perdarahan vagina, termasuk pendarahan yang berkepanjangan atau tidak teratur. Seperti terjadinya perubahan pola pendarahan merupakan alasan yang paling umum untuk menghentikan implan, perempuan harus diberi konseling tentang perubahan pendarahan ini sebelum memulai menggunakan implan. Efek samping lain yang dilaporkan termasuk berat badan, sakit kepala, jerawat, dan perubahan suasana hati.
c. Intrauterine Device (IUD)
IUD yang mengandung dua bahan kimia aktif saat ini telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat seperti perangkat progestin-releasing . Alat ini melepaskan levonorgestrel ke dalam rahim dengan jumlah yang relatif konstan 20 µg / hari, yang dapat mengurangi efek sistemik. Alat ini memiliki kerangka radiopaque berbentuk T, dengan batang dibungkus reservoir silinder, terdiri dari campuran polydimethylsiloxane-levonorgestrel. Ada duatrailing string cokelat menempel batang.
Mekanisme kerja IUD belum dapat didefinisikan dengan tepat dan masih menjadi subyek perdebatan sampai saat ini. Pernah dipercaya bahwa aksi IUD ialah menginterferensi terhadap keberhasilan implantasi ovum yang telah dibuahi, namun sekarang dianggap menjadi kurang penting dibandingkan pencegahan pembuahan.
Dalam rahim, IUD menginduksi adanya respon peradangan setempat endometrium, terutama oleh perangkat yang mengandung tembaga. Komponen peradangan selular dan komponen humoral ini terjadi pada jaringan endometrium dan cairan yang mengisi rongga rahim dan saluran tuba. Ini menyebabkan menurunnya sperma dan viabilitas telur (Ortiz dan Croxatto, 2007). Pembuahan sulit untuk terjadi, disebabkan inflamasi yang sama diarahkan terhadap blastokista, dan endometrium yang berubah menjadi lokasi yang buruk untuk terjadinya implantasi. Pada IUD tembaga, tembaga meningkatkan lendir pengguna IUD dan menurunkan motilitas dan viabilitas sperma
Dengan IUD yang mengandung levonergestrel, di samping terjadinya reaksi peradangan, pelepasan progestin yang lama pada pengguna menyebabkan atrofi kelenjar dan stroma desidualisasi. Selain itu, progestin membuat lendir serviks menjadi lebih kental yang dapat menghalangi motilitas sperma. IUD tipe ini juga mungkin tidak konsisten melepaskan progestin untuk menghambat ovulasi.
d.Suntik
Penyuntikan norethisterone-enanthate (NETEn) kerja panjang dan depot medroxyprogesterone asetat (DMPA,Depo-Provera) keduanya sangat efektif. Depo-Provera diberikan melalui suntikan pada intramuskular, 150 mg setiap 12 minggu. NET-En diberikan setiap 8 minggu (paling tidak awalnya). Hal ini tidak diizinkan untuk penggunaan jangka panjang di Inggris dan harus dihangatkan sebelum digunakan dan dimasukkan ke dalam jarum suntik. Sebuah sediaan micro yang baru yaitu DMPA muncul pada tahun 2007. Disebabkan dosis yang digunakan adalah rendah (104 mg DMPA), dapat juga diberikan secara subkutan dan dapat disuntikkan oleh sendiri.
 Efek Samping
Efek Samping Minor
Gangguan Pendarahan
Efek samping yang paling umum dan menyebabkan penghentian pil oral kombinasi yaitu pola pendarahan yang tidak dapat diterima. Termasuk amenorea jika wanita belum diperingatkan. Dosis rendah progestogen tunggal (pil dan implan) berhubungan berhubungan dengan tingginya insidensi pendarahan vagina yang tidak teratur. Hal ini disebabkan progestogen berpengaruh terhadap fungsi ovarium. Pada siklus ovulasi yang normal ditandai dengan adanya haid. Ketidakkonsistenan ovulasi dan fluktuasi produksi estrogen endogen dari pertumbuhan folikel menjadikan perdarahan yang tidak teratur. Namun, ada juga bukti yang menunjukkan bahwa metode progestogen hanya secara langsung mempengaruhi vaskularisasi dari endometrium dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan.Pola pendarahan yang berbeda didapatkan sesuai dengan dosis dari progestogen dan cara pemberian obat.
Kista Folikuler Persisten
Efek dari pil kontrasepsi oral pada aktivitas ovarium juga menyebabkan insidensi kista ovarium fungsional, atau lebih akurat sebagai folikel persisten. Telah ditaksir bahwa satu dari lima wanita yang menggunakan pil oral progestogen tunggal akan mendapatkan “kista” yang ditunjukkan oleh USG. Biasanya asimtomatis, folikel yang persisten dapat menyebabkan nyeri abdomen atau dispareunia. Sebagian gejala ini akan hilang dengan kembalinya menstruasi sehingga pengobatannya hanya bersifat konservatif saja.
Efek Samping Serius
Disebabkan metode kontrasepsi progestogen tunggal lebih jarang digunakan daripada pil kombinasi, data dalam penggunaan yang lama juga sedikit. Follow up jangka panjang (5 tahun) lebih dari 16.000 wanita yang menggunakan Norplant (implant) dilaporkan tidak menunjukkan masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskuler dan neoplasia. 
Penyakit Kardiovaskuler
Tidak terdapat bukti terjadinya peningkatan resiko stroke, miokard infark atau tromboemboli vena yang berhubungan dengan pil kontrasepsi oral. Hubungan antara tromboemboli vena dan progestogen yang digunakan untuk pengobatan kondisi ginekologi seperti perdarahan uterus disfungsi yang anovulatoar yang sering diobati oleh pil kontrasepsi oral yang akhirnya menjadi kontraindikasi bila diberikan dengan faktor resiko tromboemboli vena.
Penyakit Keganasan
Depo-Provera® memberikan proteksi yang tinggi terhadap karsinoma endometrium namun secara teoritis juga melindungi kanker ovarium namun belum ada data yang mendukung hal ini. Tidak terdapat data pada resiko kanker serviks meskipun seluruh kontrasepsi hormonal mempunyai peran dalam menjadikan kanker serviks. Penggunaan kontrasepsi progestogen tunggal selama 5 tahun dihubungkan dengan peningkatan resiko kanker payudara sebesar 1,17% secara signifikan.
Kepadatan Tulang
Inhibisi ovulasi komplit oleh Depo-Provera® menyebabkan hipoestrogenisme dan amenorea. Hipoestrogenisme berhubungan dengan penurunan kepadatan tulang. Ini didapatkan dari studi penggunaan Depo-Provera® yang berhubungan dengan pengurangan kepadatan tulang dibandingkan dengan yang bukan pengguna. Ini dapat mempengaruhi anak perempuan yang belum mencapai puncak dari massa tulang. Hasil dari studi cross sectional terbatas dan tidak konsisten, meskipun begitu, 2 buah studi prospektif telah melaporkan adanya penurunan densitas tulang pada pengguna Depo-Provera® lebih dari 2 tahun berusia antara 12 sampai 21 tahun dibandingkan dengan kontrasepsi non hormonal.
Kontrasepsi Darurat
Banyak wanita datang untuk perawatan kontrasepsi, namun juga terdapatwanita yang berhubungan tanpa menggunakan pelindung, atau dalam beberapa keadaan seperti pemerkosaan. Dalam situasi ini, terdapat beberapa metode secara substansial dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan bila digunakan dengan benar. Metode kontrasepsi darurat tersebut termasuk pil oral kombinasi, produk progestin tunggal, IUD yang mengandung tembaga, dan mifepristone. Namun yang menggunakan hormon adalah pil oral kombinasi dan pil berisi progestin tunggal.
Kombinasi estrogen-progestin
Untuk alasan yang dibahas di atas, ini juga dikenal sebagai metode Yuzpe. Jumlah minimal dari 100 g ethinyl estradiol dan 0,5 mg levonorgestrel diberikan. Disetujui oleh FDA, produk yang mengandung estrogen dan progesteron dan menjadi alat kontrasepsi pencegahan sebagai kontrasepsi darurat. Rejimen pil oral kombinasi ini lebih efektif, jika lebih cepat diminum setelah hubungan seksual tanpa kondom. Dosis pertama diminum idealnya dalam 72 jam setelah berhubungan seksual, tetapi bisa diberikan hingga 120 jam. Dosis kedua diminum 12 jam kemudian setelah dosis pertama. Regimen kontrasepsi hormonal darurat sangat efektif dan dapat mengurangi risiko kehamilan sampai 94 persen.
Mual dan muntah adalah masalah utama karena estrogen dosis tinggi. Untuk alasan ini, antiemetik oral dapat diminum 1 jam sebelum dosis masing-masing. Pengobatan oral awal dengan meclizine 50 mg atau dengan 10 mg metoklopramid efektif menurunkan mual (Ragan dan rekan, 2003; Raymond dan rekan, 2000). Jika seorang wanita muntah dalam waktu 2 jam setelah meminum obat, dosis harus diulang lagi.
 Sediaan Progestin Tunggal
Sediaan ini memiliki 2 sediaan tablet, masing-masing mengandung 0,75 mg levonorgestrel. Dosis pertama harus diminum dalam 72 jam setelah berhubungan tanpa pelindung namun dapat ditangguhkan sampai 120 jam kemudian. Dosis kedua dapat diminum 12 jam kemudian, walaupun  interval 24 jam diantara dosis juga masih efektif. Mekanisme utama ialah menghambat ovulasi. Mekanisme lainnya ialah mempengaruhi endometrium, penetrasi sperma dan motilitas tuba.

B. KONTRASEPSI NON HORMONAL
1.   AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD
  • Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih.
  • Sangat efektif, dan bila berhenti memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang.
  • AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.
  • Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.
  • Tidak ada pengaruh terhadap ASI. Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan.
  • Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telah terjangkit penyakit menular seksual.
  • IUD dapat keluar sendiri pada waktu mengedan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian, jadi sangat penting memeriksakan talinya.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).
2.   KONDOM
  • Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS.
  • Kondom dapat digunakan untuk mencegah HIV / AIDS, sekaligus ber KB
  • Dengan sedikit berlatih – mudah digunakan secara benar.
  • Efektif bila setiap dilakukan secara benar.
  • Beberapa pria merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.
3.   METODE SEDERHANA / VAGINAL
  • Spermisid (tissu KB), diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai sendiri oleh wanita.
  • Harus dimasukkan ke dalam vagina (liang senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan hubungan seks.
  • Efektif bila digunakan secara benar.
  • Dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.
  • Menggunakan cara KB ini, cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.
  • Tissu KB tidak mudah didapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar