Dafter isi

t;

Minggu, 09 Juni 2013

CONTOH ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN. M
DI DESA SITIMULYO

I.        DATA UMUM
1.      Nama kepala keluarga               Tn. M
2.      Alamat                                  Sitimulyo                                                     
3.      Usia                                        52 Tahun
4.      Pendidikan kepala keluarga       SMP
5.      Agama                                   Islam
6.      Pekerjaan                            :  Satpam
7.      Suku Bangsa                             :  Jawa/Indonesia
8.      Susunan Keluarga

No
Nama
JK
Hub.dgn
kepala
kluarga
Umur
Pendidikan
Peker
Jaan
Agama
Kondisi Kesehatan
1
Ny. M
L
Suami
52 Thn
SMP
Satpam
Islam
Baik


9.      Genogram

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj84kN16xKWnYK7AvkVvbX58FWP4L0SBQJbvIOgGIcECUS2Y7z4JRKjRIxZGLaOzsrzxz3FHBgJpaXPraz2x3fo7v6M_SCCDlbMOkX1XoiZfwtTFmIjb4bF2w0Px48ZjYoGFP1vbor3pF-s/s1600/geno.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVoLD4qWxjnplugedjoIenKnuHwKkJDea10X8cn7QaVUx9-a0i9pXAFjWLH-MzcpD3c60xYQK9vVH46ZkoecZcFVAm376YJzCfwbngHZrhhnl0ekf2n-FsISxVsv5aFHCEiO1lN6_M3rJj/s1600/gonoo.JPG


10.  Aktivitas dan Kebersihan Diri
Keluarga Tn. M tidak mempunyai kebiasaan berolahraga dikarenakan kesibukan masing masing. Keluarga mempunyai kebiasaan mandi 3x/hari menggunakan sabun, menyikat gigi 3x/hari, mencuci rambut 3x/minggu, dan mengganti pakaian 1x/hari. 

11.  Spiritual Keluarga
Tn. M taat beribadah. Tn. M juga mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian, yasinan, dll. Tidak ada kegiatan atau nilai agama yang menurut keluarga bertentangan dengan kesehatan. Kegiatan atau nilai agama yang menurut Tn. M mendukung kesehatan diantaranya ialah puasa dan sholat.

12.  Pendidikan
Tidak ada anggota keluarga yang sedang mengikuti pendidikan di luar pendidikan formal (kursus, pelatihan, dll). Semua anggota keluarga dapat membaca dan menulis. Anggota keluarga tidak memiliki keterampilan khusus. 

13.  Tipe keluarga
Keluarga Tn. M termasuk keluarga single parent yang mempunyai seorang anak, sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Istri Tn. M sudah meninggal karena kanker lidah.

14.  Status sosial ekonomi keluarga
Tn. M yang mempunyai penghasilan sendiri dan menjadi sumber penghasilan keluarga utama. Penghasilan tersebut digunakan untuk kepentingan keluarga dan belum mencukupi untuk biaya hidup sehari hari. Sehingga Tn. M  mempunyai pekerjaan sampingan yaitu sebagai petani. Tn. M  juga menyiapkan dana khusus untuk kesehatan.

     12 . Aktivitas Rekreasi Keluarga
Setiap hari Tn. M dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi dan hiburan biasanya menonton TV. Dan setiap sebulan sekali Tn. M pergi jalan-jalan ke pantai.
        
II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1.      Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn. M mempunyai satu orang anak perempuan. Anak tersebut berumur 22 tahun. Maka keluarga Tn M berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa.

2.      Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Saat ini Tn. M telah memenuhi tugas perkembangan yaitu memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar dengan anak satu-satunya sudah menikah dan memiliki satu anak.

3.      Riwayat keluarga inti
Saat ini Tn. M sedang mengalami sakit gigi. Penyakit yang sering diderita oleh keluarga Tn. M diantaranya masuk angin dan pusing. Tidak terdapat penyakit menular dan tidak mempunyai penyakit menurun. Tidak ada anggota keluarga yang cacat. Ketika sakit, Tn. M berusaha untuk merawat sendiri, akan tetapi jika sudah tidak dapat diatasi, Tn. M langsung memeriksakan diri ke puskesmas.
Riwayat kesehatan Tn. M adalah sebagai berikut :
Kepala keluarga    : Tn. M adalah perokok aktif. Tetapi karena Tn, M sedang menderita sakit gigi untuk sementara Tn. M berhenti merokok.

4.      Riwayat keluarga sebelumnya
Tn. M tidak pernah menderita penyakit parah sebelumnya. Biasanya hanya mengalami pusig-pusing dan masuk angin. Istri Tn. M telah meninggal karena menderita kanker lidah.


III.  LINGKUNGAN
1.      Karakteristik rumah dan denah rumah
Luas tanah : 200 m2                                  Luas Rumah : 150 m2
Tipe Rumah Tn. M adalah permanent, dengan status rumah milik pribadi. Rumah Tn. M menggunakan atap genting, dan menggunkan lantai semen dan tanah. Memiliki beberapa ruang yaitu 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1 ruang makan, 1 kamar mandi dan 1 WC dengan jenis jamban leher angsa, kondisinya tidak terurus. Jumlah jendela ± 5 buah, memiliki ventilasi yang baik, cahaya yang cukup, dan penerangan dengan lampu listrik. Peletakan perabot rumah tangga kurang rapi. Keluarga mempunyai tempat pmbuangan sampah terbuka, dan saluran kotoran septictank, akan tetapi tidak terlihat. Keluarga mempunyai sumber air sendiri, yaitu sumur, kualitas air jernih, tidak berbau dan tawar. Jarak antara septictank dan sumber air lebih dari 10 m. Sumber air minum yang digunakan adalah dari sumur tersebut. Factor risiko bahaya fisik yaitu tangga yang tidak ada pegangan sampingnya, sehingga dapat membahayakan Tn. M.
Denah Rumah :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgorPcLPfbFeoav_AkXwyUYu_cSBR8K7kUSYNokVZwC_BQ0TF_q5gzwC5R7kYI_KBUEJCbxlru_9ky4BYb8uxBTV_2acKRW_dtIJVUkGrK1QP4x7o_Bfic1OqcgcVwCNfBZgi34c8qaQN8B/s1600/geno1.JPG


2.      Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Tetangga klien yang di sekitar rumah ramah-ramah. Klien tinggal di wilayah pedesaan, jarak rumah satu dengan yang lain dekat. Warga memiliki kebiasaan dan tradisi mengadakan pengajian, yasinan setiap malam jumat dan perkumpulan RT sebulan sekali di rumah warga secara bergiliran.

3.       Mobilitas geografis keluarga
Sejak Tn. M menikah dengan istrinya keluarga Tn. M tinggal di Sitimulyo dan tidak pernah pindah.

4.      Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Meskipun anak Tn. M sudah menikah ia selalu meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah Tn. M di siang hari. Tn. M juga berinteraksi baik dengan masyarakat di sekitar.

5.      Sistem pendukung keluarga
Keluarga klien memiliki fasilitas kesehatan meliputi tempat tidur yang nyaman, sumber air bersih, motor sebagai alat trans. portasi. Fasilitas layanan kesehatan di wilayah Tn. P berupa Puskesmas dan  klinik. Jarak fasilitas kesehatan terdekat kurang dari 500 m dan dapat dijangkau dengan jalan kaki atau menggunakan motor. Keluarga Tn. M menggunakan fasilitas kesehatan tersebut dan yang sering digunakan ialah puskesmas. Sedangkan fasilitas sosialnya berupa mengikuti penyuluhan kesehatan misalnya penyuluhan tentang DBD dan Cikungunya.

IV.  STRUKTUR KELUARGA
1.      Pola komunikasi keluarga
Bahasa komunikasi yang digunakan dalam keluarga dan dengan masyarakat adalah bahasa Jawa, dan Indonesia. 

2.      Struktur kekuatan keluarga
Klien selalu memberi nasehat kepada anaknya bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan suami ataupun mertua serta orang lain, dan bagaimana cara menyikapi masalah dengan baik. Untuk kekuatan keluarga masih tetap berada pada Tn. M.


3.      Struktur peran
Tn. M :
§  Peran Formal  : Tn. M hanya menjadi anggota masyarakat.
§  Peran Informal : menjadi kepala keluarga, menantu, suami, ayah

4.      Nilai dan norma keluarga
Nilai nilai yang dianut oleh keluarga tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan. Keluarga meyakini bahwa kesehatan merupakan hal yang penting.
Tn. M mempunyai kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan menggosok gigi sebelum tidur.

V.  FUNGSI KELUARGA
1.   Fungsi Biologis
Jumlah anak yang dimiliki Tn. M ada 1 orang anak perempuan.

2.      Fungsi Psikologis
tn. M merasa kesepian karna ia tinggal sendiri dirumah. Istrinya telah meninggal karena kanker lidah dan anaknya telah menikah dan tinggal bersama suaminya.

3.      Fungsi Sosialisasi
Interaksi Tn. M dan anaknya terjalin dengan sangat baik, saling mendukung, bahu membahu, dan saling ketergantungan Masing masing anggota keluarga masih memperhatikan dan menerapkan sopan santun dalam berperilaku.

4.      Fungsi Ekonomi
Tn. M mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dari pendapatan yang diterima. Tn. M menyediakan dana khusus untuk kesehatan dan mampu menyisihkan pendapatan untuk keperluan yang tidak terduga.

5.      Fungsi Pendidikan
Klien hanya mampu menyekolahkan anaknya sampai tingkat SMP.

VI.  STRES DAN KOPING KELUARGA
1.      Stresor jangka pendek dan jangka panjang
Stresor jangka pendek : Gempa Bantul 2006, Gunung merapi meletus  2011, krisis uang
Stresor jangka panjang : Tn. M mengatakan tidak pernah mengalami stressor jangka panjang.

2.      Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi / stressor
Untuk stress jangka pendek, keluarga mengaku cemas, tidak bisa tidur, dan merasa gelisah, khawatir dengan adanya gempa susulan. Selain itu kadang Tn. M merasa bingung ketika penghasilan tidak mencukupi kebutuhan. Meskipun demikian Tn. M berusaha untuk tetap tenang. Strategi koping yang digunakan
Bila ada permasalahan, Tn. M berusaha untuk selalu menyelesaikan sendiri..

3.      Strategi adaptasi disfungsional
Keluarga tidak pernah menggunakan kekerasan, perlakuan kejam kepada anaknya dan  memberikan ancaman ancaman dalam menyelesaikan masalah.

4.      Harapan keluarga
Tn. M berharap ia dan anaknya, serta keluarganya sehat wal’afiat. Dan
Keluarga juga berharap petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang baik, tepat, dan cepat kepada siapa saja yang membutuhkan. Tidak membeda bedakan seseorang dalam memberikan pelayanan kesehatan, miskin maupun kaya.


VII. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
No

Nama organ
Tanda-Tanda Vital
Tn. M
TD : 120/90
N : 90 x/menit
RR : 20x/mnt
S : 37°C
1

































Kepala:
a.Rambut

b. Mata



c. Hidung


d. Mulut  dan gigi



e. Leher





Thorax
a. Paru


Abdomen



Ekstremitas







Integumen
Lurus, hitam, pendek, halus, bersih

Simetris, konjungtiva ananemis, pupil isokor, sclera anikterik

Lubang hidung simetris, tidak ada secret, tidak ada lesi

Bibir lembab, bibir hitam
Gigi sedikit kuning, gigi berlubang.

Warna coklat, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada distensi vena jugularis


 Bentuk dada simetris, ekspansi dada simetris


Warna kulit coklat, tidak ada acites, dinding perut lebih rendah dari dinding dada

Anggota gerak lengkap, Tidak ada luka/bekas luka, tidak ada edema pada ekstremitas atas dan bawah, kekuatan otot

 5       5
 5      5

Warna Kulit coklat, sedikit kering,

VIII. ANALISA DATA
DATA
MASALAH KESEHATAN
MASALAH KEPERAWATAN
DS : pasien mengatakan merokok
Pasien mengatakan sering sakit gigi
DO : bibir hitam, gigi kekuningan, gigi berlubang
Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan
Perilaku hidup tidak sehat
DS : Pasien mengatakan terdapat tangga yang cukup tinggi

DO : Tangga tinggi dan tidak terdapat pegangan
Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga
Risiko Jatuh
DS  Pasien mengatakan tidak mempunyai kebiasaan berolahraga

DO : -
ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)
Gaya hidup kurang gerak





IX. SKORING
  
1.  Perilaku hidup tidak sehat berhubungan dengan ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan
  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZycBpmxESrO3-YolLILW335wHsZydEN49pi0hYBeuboCTB4p8xIzhOYoZstT2kww1M-IQTGx4I-XXp_W6nzd0EoqKHpGehj7ako5XpnfLYm73t6y-Zt_tdMXxfqeToWwxHCjssgR-V9_h/s1600/ta.JPG

 2. Risiko jatuh berhubungan dengan Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLIVtptMbM0RykpGMLXgvJsVues1p-Dwz_CRB6lNtBfgKBRxgHQhKKX_1qFs9G8rEpFkkFAtXqZJdmd6njxT34BRwiVgbW0Inyfg-k_CWJXrMxQi6QH0D_4qoQrLg23PnW-pu0f8S-HYjR/s1600/ta1.JPG

3. Gaya hidup kurang gerak berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijpvYzV44r42UwrRT1B-wg23yjATngCdvLKfKsFIBAl_5syb9Uzpm-9_LkfK3-znXw84iGJS9lIEcfEkVbejv2GBGntHRoOyCQ3LP0-6w2KvWjhzpaFj2XBbuCtDYAF2GUiYQmv2So_j-R/s1600/ta2.JPG



X. PRIORITAS MASALAH
1.      Perilaku hidup tidak sehat berhubungan dengan ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan
2.      Risiko jatuh berhubungan dengan Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga
3.      Gaya hidup kurang gerak berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)

XI. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Perilaku hidup tidak sehat berhubungan dengan ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan.
2.      Risiko jatuh berhubungan dengan Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga
3.      Gaya hidup kurang gerak berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)




XII.          RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

    

Diagnosa Keperawatan Keluarga
Tujuan
Intervensi
Umum
Khusus
1. Perilaku hidup tidak sehat berhubungan dengan ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan.


















Risiko jatuh berhubungan denganKetidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga
Setelah dilakukan pertemuan selama 1x 45 menit, klien dapat mengenal masalah kesehatan yang dialami


















Setelah dilakukan pertemuan selama 1x30 hari, masalahKetidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga dapat teratasi
1.   Pasien mengetahui bahaya merokok
2.   Pasien (Tn.M) mau mengurangi konsumsi rokok
3.   Pasien dapat mengetahui tentang zat zat berbahaya dalam rokok












1.      Klien mau membuat pegangan pada tangga
2.      Tidak ada anggota keluarga yang jatuh akibat tidak adanya pegangan pada tangga
3.      Klien mampu mencegah lantai tangga licin
1.      Kaji gaya hidup klien
2.      Berikan edukasi mengenai bahaya merokok
3.      Berikan informasi mengenai zat zat berbahaya yang terkandung dalam rokok
4.      Bantu pasien untuk mengurangi konsumsi rokok secara bertahap
5.      Anjurkan pasien mengganti kebiasaaan merokok dengan mengkonsumsi permen




1.      Kaji lingkungan rumah klien
2.      Kaji kondisi rumah klien
3.      Kaji factor penyebab lantai tangga menjadi licin
4.      Berikan informasi mengenai bahaya tangga tidak ada pegangannya
5.      Beri informasi mengenai kemungkinan cedera fisik karena jatuh akibat tangga yang tidak memiliki pegangan
6.      Berikan informasi mengenai penataan lingkungan rumah yang baik
7.      Diskusikan dengan keluarga mengenai peletakan perabotan yang baik
8.      Anjurkan klien untuk membuat pegangan pada tangga.
Gaya hidup kurang gerak berhubungan denganketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x45 menit, masalahketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga) dapat teratasi
4.   Klien mau berolahraga paling sedikit 1x seminggu
5.   Klien mengetahui manfaat olahraga
6.   Klien mengetahi akibat jarang olahraga
1.   Berikan pendidikan kesehatan mengenai manfaat olahraga.
2.   Anjurkan klien untuk berolahraga minimal 1x seminggu
3.   Berikan informasi akibat tidak melakukan olahraga
4.   Anjurkan pasien untuk lari-lari kecil setiap pagi
5.   Motivasi klien untuk berolahraga





XIII.       IMPLEMENTASI
Tgl
No. Dx
Diagnosa
Implementasi
TTD
9 Juni 2012
1
Perilaku hidup tidak sehat berhubungan dengan ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan
·     Memberikan edukasi mengenai bahaya merokok
·     Memberikan informasi mengenai zat zat berbahaya yang terkandung dalam rokok
·     Membantu pasien untuk mengurangi konsumsi rokok secara bertahap
·     Menganjurkan pasien mengganti kebiasaaan merokok dengan mengkonsumsi permen
10 Juni 2012
2
Risiko jatuh berhubungan denganKetidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga
·        Memberikan informasi mengenai bahaya tangga tidak ada pegangannya
·        Memberi informasi mengenai kemungkinan cedera fisik karena jatuh akibat tangga yang tidak memiliki pegangan
·        Memberikan informasi mengenai penataan lingkungan rumah yang baik
·        Mendiskusikan dengan keluarga mengenai peletakan perabotan yang baik
·        Menganjurkan klien untuk membuat pegangan pada tangga.
11 Juni 2012
3
Gaya hidup kurang gerak berhubungan denganketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)
·       Memberikan pendidikan kesehatan mengenai manfaat olahraga.
·       Menganjurkan klien untuk berolahraga minimal 1x seminggu
·       Memberikan informasi akibat tidak melakukan olahraga
·       Menganjurkan pasien untuk lari-lari kecil setiap pagi
·       Memotivasi klien untuk berolahraga

XIV.       EVALUASI
No
Tgl
Diagnosa
Evaluasi
1
12-6-12
Perilaku hidup tidak sehat berhubungan dengan ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan
S : Pasien mengatakan akan mulai mengurangi konsumsi rokok
A : Masalah teratasi
P : pertahankan kondisi
2
12-6-12
Risiko jatuh berhubungan dengan Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yg dpt mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga
S : Pasien mengatakan akan membuat pegangan pada tangga dan menata perabotan dengan baik.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Pertahankan kondisi
3
12-6-12
Gaya hidup kurang gerak berhubungan denganketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan & keperawatan ( tidak olahraga)
S : Pasien mengatakan sudah memahami tentang manfaat olahraga.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
·     Anjurkan pasien untuk lari-lari kecil setiap pagi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar